Rabu, 01 Juni 2016

PRAMUKA UIN SUNAN AMPEL GOES TO KENDARI-SULAWESI TENGGARA



UKK Pramuka UIN Sunan Ampel Mendelegasikan 18 Anggota untuk Mengikuti PW ke XIII di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kegembiraan dirasakan oleh 18 anggota pramuka UIN Sunan Ampel Surabaya, pasalnya pada hari senin 16 mei-22 mei 2016 mereka akan di delegasikan sebagai peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Se-Indonesia ( PW PTK) ke XIII di Kendari, Sulawesi Tenggara. PW PTK merupakan agenda rutin setiap dua tahun sekali yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam PW yang ke XIII ini diikuti oleh 55 Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia dan seluruh Pramuka Penegak yang ada di Propinsi Sulawesi Tenggara.
Pada PW yang ke XIII ini kontingen Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat yang berpangkalan pada UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengirimkan 9 Putra dan 9 Putri dari fakultas yang berbeda-beda yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya. Mereka adalah Ahmad Khoirun Minan Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Abdul Ghofur Nur Mahfudin Prodi Aqidah dan Filsafat, Nugraha Andri  Afriza Prodi Tafsir dan Hadits, Muhammad Ilham Ma’ruf Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Achmad Muhaimin Rojabi Prodi Manajemen Dakwah, Irfan Kuncoro Prodi Pendidikan Agama Islam, Moh. Bagus Prodi Hukum Pidana Islam, Akhmad Fandik Prodi Hukum Tata Negara, Achmad Rifqi Rozaq Prodi PGMI, Kurnia Wahyu Lestari Prodi Psikologi, Siti Nur Rohmatin Prodi Politik Islam, Puput Rosalia Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Eva Fitriyatul Khomsiyah Prodi Sosiologi, Inqidloatul Amaniyah Prodi PGMI, Ana Fariidatush Shoolikhah Prodi PGMI, Siti Sri Hartatik Prodi Bahasa Arab, Riskiatul Karimah Prodi PGMI, dan Aniisatul Mardhiyah Prodi Muamalah.
PW ke XII yang dilaksanakan di Bumi Ka’anoa ini merupakan ajang untuk bersilaturahmi, saling tukar pikiran antara peserta yang satu dengan yang lain, pasalnya pada perkemahan ini dihadiri peserta dari Sabang Pulau Sumatra sampai Merauke Pulau Papua. Agenda perkemahan telah disusun sangat baik, rapi, dan singkat sesuai dengan porsi masing-masing tingkatan di Pramuka. Untuk pramuka Pandega atau pramuka yang berpangkalan pada Perguruan Tinggi memiliki agenda yang bersifat penerapan keilmuan lapangan dan pemaham materi tambahan. Seperti bakti sosial penanaman pohon, pembuatan bak sampah organik maupun non organik, membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, serta bedah rumah. Pemahaman materi tambahan atau pengembangan wawasan yang telah disusun oleh panitia berupa wawasan jurnalistik dan penentuan arah kiblat di pramuka, penyuluhan gudep, radikalisme, narkoba, terorisme, kejahatan dalam rumah tangga, pengolahan hasil pertanian menjadi barang produksi, penyuluhan manajemen dll. Kemudian untuk porsi pramuka Penegak atau pramuka di Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat diantaranya lomba kaligrafi, lomba Syarhil Qur’an, lomba pembuatan software teknik kepramukaan, lomba karya tulis ilmiah, lomba penulisan naskah pidato, dan lomba kreasi tenda untuk pramuka Penegak dan Pandega.
Agar perkemahan dapat berjalan dengan lancar Ahmad Khorun Minan selaku Ketua Dewan Racana Pramuka UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan jadwal rotasi kepada seluruh anggotanya. Dalam jadwal tersebut terbagi menjadi 9 reka yang masing-masing reka di isi oleh 1 peserta putra dan 1 peserta putri.
Kegiatan 2 tahun sekali ini juga memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kebudayaan daerah masing-masing dalam dua even. Pertama dalam pentas seni. Pentas seni yang akan dibawakan oleh setiap kontingen dari Perguruan Tinggi haruslah mengangkat budaya yang ada di daerahnya masing-masing. Misalnya kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai Perguruan Tinggi yang berada di Surabaya pramuka UIN Sunan Ampel Surabaya membawakan pertunjukan tari remo sebagai tarian khas kota pahlawan dan paduan suara yang sebelumnya sudah disipakan dalam perlombaan yang lain. Kedua dalam ajang masakan khas nusantara. Pada kesempatan kali ini kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan sajian yang berbeda dari kontingen yang lain. Pramuka kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan sajian yang sangat sederhana dan melekat pada lidah-lidah arek-arek suroboyo. Yaitu, pecel semanggi. Pecel semanggi merupakan makanan khas kota berlambang hiu dan buaya ini. Makanan ini terbuat dari racikan sambel pecel dan sayur semanggi yang telah direbus serta krupuk. Dalam sajianya kakak-kakak pramuka UIN Sunan Ampel Surabaya juga memberikan minuman khas kota Surabaya. Sinom, minuman ini terbuat dari kunyit, gula, dan asam. Ketiga bahan minuman ini direbus menjadi satu wadah secara bersamaan dan kemudian siap disajikan.
Selain itu dalam PW PTK ke XIII panitia juga memberikan jadwal rekreasi kepada peserta untuk keliling kota kendari. Dalam agenda liburan ini panitia telah membagi beberapa paket dengan tujuan agar seluruh peserta dapat mengikuti agenda ini. Peserta yang mendapat urutan paket pertama berkunjung ke Pantai Toronipa, kota lama, aneka soufenir, dan masjid agung al mansur. Kedua, Pantai Nambo, Museum Budaya, Kerajinan Perak dan Masjid Raya Al-Kautsar. Ketiga, Pantai Batu Gong, aneka souvenir, Masjid Raya Al-Kautsar dan TPA. Serta yang terakhir berkunjung ke Pantai Batu Gong, Pantai Toronipa, Masjid Akbar Nurul Iman, dan wisata kuliner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar