Selasa, 05 April 2016

SATGAS ANTI NARKOBA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA MENGADAKAN PENYULUHAN KE IBU-IBU PKK WONOCOLO-SURABAYA.



SATGAS ANTI NARKOBA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA MENGADAKAN PENYULUHAN KE IBU-IBU PKK WONOCOLO-SURABAYA.
(Surabaya) Diawali dengan diadakanya diskusi interaktif internal anggota Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengingat terus meningkatnya pengguna narkoba dikalangan remaja khususnya di wilayah Surabaya. Pada awalnya IKPAN julukan satgas anti narkoba UINSA pada tahun-tahun sebelumnya melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah SMA yang ada di Surabaya dan Sidoarjo.
Pada awal tahun 2016 ini IKPAN akan fokus kepada ibu-ibu PKK atau orang tua para remaja agar dapat mengetahui dampak dari narkoba sehingga dapat memberi perhatian serta penyuluhan sendiri terhadap anaknya. Orang tau atau wali sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Karena itu dianggap perlu bahwasanya mereka mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkoba.
Kali ini (12 Maret 2016) IKPAN melakukan penyuluhan di 3 RT sekaligus yang ada disekitar kampus UINSA Surabaya. Yaitu RT 03, RT 09 dan RT 02 Wonocolo-Surabaya. Dalam pelaksanaanya setiap RT di isi oleh 7-9 anggota yang melakukan aksi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Setiap RT akan di isi oleh 1 orang sebagai moderator yang akan memperkenalkan diri, maksud dan tujuannya, serta 2 orang sebagai narasumber.
IKPAN sebagai salah satu satgas anti narkoba dikalangan kampus yang ada di Surabaya memiliki corak yang berbeda dengan kampus-kampus yang lain. Sesuai dengan pangkalanya IKPAN yang berdomisili di kampus yang berbasis agama Islam dalam melakukan suatu penyuluhan tak lupa dengan dalil-dalil ala mahasiswa UIN. Seperti saat penyuluhan di ibu-ibu PKK RT 02 ketika membahas tentang ancaman hukuman di akhirat narasumber membacakan salah satu Ayat dalam Al-Qur’an yaitu surah Al-Maidah ayat 90 sebagai qiyas dari narkoba. Ayat tersebut menjelaskan tentang larangan meminum khamr yang dapat membuat orang menjadi mabuk sama halnya dengan narkoba yang dapat mengakibatkan penggunanya tak sadarkan diri.
Setelah kurang lebih 30 menit memberikan seputar narkoba, baik pengertian, dampak sampai dengan hukuman baik di dunia dan di akhrat salah satu Ibu PKK memperingatkan bahwasanya hari mulai petang dan arisan belum juga di kocok.
Di akhir penghujung acara tak lupa diadakan berdoa bersama dengan harapan remaja Indonesia terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar